
"Listrik sudah merupakan kebutuhan hudup, bahka sudah dikategorikan kebutuhan pokok manusia,"Katanya.
Jika pemadaman listrik disebabkan dengan gangguan atau kerusakan, katanya, masyarakat sedikit diberitahukan sebelumnya, Namun. tetap saja hati merasa jengkel karena pemadaman itu. "Nah, jika hati jengkel bisa membuat nilai ibadah berkurang. Apalagi sampai mengumpat ke media sosial,"kata dia Kepada masyarakat, ia juga mengimbau jika terjadi pemadaman jangan saling umpat. Karena berpuasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi menaha segala emosi, perkataan, perbuatan agar manusia lebih sabar karena bulan puasa merupakan bulan ibadah.
"Justru jika listrik padam lebih baik berzikir dan berdo'a agar petugas PLN bisa secepatnya menyalakan lampu. Sehingga nilai ibadah puasa makin bertambah dengan pemadaman listrik,"Ujarnya.
Sementara itu, salah seorang tokoh pemuda setempat Eko (37) mengatakan tidak adanya pemadaman listrik menjadi harapan semua masyarakat selama bulan suci Ramadhan. "sebearnya ini harapan semua masyarakat bagi PLN untuk tidak ada pemadaman listrik, "ujarnya.
Tag :
Berita Lam-Sel
0 Komentar untuk "Berharap Buka Puasa dan Sahur Tak Mati Lampu"